Banyak orang yang masih belum mengerti mengapa analis meramalkan malapetaka dari dolar AS. Contohnya, Rusia, mata uang AS secara rutin memperbarui rekor tinggi baru dan tetap menjadi aset yang paling populer diantara populasi. Mengapa terdapat banyak sekali prediksi mengenai penurunan dolar AS?
Untuk memulainya, para ahli telah menjuluki masa kepresidenan Donald Trump sebagai "periode berkepanjangan dolar yang lemah". Meskipun pada masa ini, greenback melonjak tajam terhadap hampir semua mata uang di pasar negara berkembang. Namun demikian, reformasi pajak Trump, meningkatnya defisit anggaran, dan beberapa putaran penurunan suku bunga Fed mendorong dolar AS lebih rendah. Saat ini, ahli pasar menantikan reaksi mata uang nasional AS terhadap kemenangan calon partai Demokrat, Joe Biden. Oleh karena itu, opini mereka mengenai masa depan dolar AS terpolarisasi. Beberapa menunjukkan bahwa mata uang akan melemah lebih lanjut. Biden kemungkinan akan mengadopsi lebih banyak langkah stimulus untuk mengurangi dampak negatif dari krisis virus corona bagi warga sipil dan bisnis kecil. Yang lainnya percaya bahwa greenback akan mengembangkan peningkatan yang mengesankan. Biden kemungkinan besar akan menghangatkan hubungan perdagangan dengan Eropa, Meksiko, dan Kanada dan menaikkan beberapa tarif pengenalan. Pergeseran dari kebijakan perdagangan tentunya akan bullish bagi dolar AS.
Selain itu, mata uang AS tetap menjadi aset safe-haven dan investasi yang menguntungkan pada masa kekacauan pasar. Selain itu, saat seluruh dunia masih pulih dari pandemi, perekonomian AS baru-baru ini telah menunjukkan ledakan pertumbuhan.