USD mencapai level rendah 2 bulan ditengah beritia mengenai vaksin virus corona

Dolar AS menunjukkan reaksi negatif terhadap berita mengenai vaksin virus corona. Dua perusahaan besar mengumumkan efektivitas dari vaksin mereka di lebih dari 90% kasus. Setelah itu, greenback mengalami penurunan. Raksasa Farmasi seperti Pfizer, Moderna, dan, tidak lama kemudian, AstraZeneca melaporkan uji coba akhir yang sukses dari vaksin mereka. Sebelumnya, otoritas Rusia juga mengatakan bahwa vaksin virus corona milik mereka siap untuk disalurkan. Namun, para ahli independen masih ragu mengenai kebenaran dari pengumuman ini. Selain itu, pasar tidak menunjukan reaksi terhadap berita mengenai vaksin Rusia.

Pada waktu yang sama, keberhasilan dari perusahan farmasi barat mempengaruhi sentimen pasar, khususnya pada Forex. Dolar AS merupakan mata uang pertama yang bereaksi terhadap berita ini. Kenaikan tajam dalam sentimen resiko mengakibatkan penurunan greenback. Indeks Harga Dolar, yang mengikuti performa 10 mata uang global, termasuk yang utama, terhadap dolar AS, turun 0,2%. Pada waktu yang sama, imbal hasil dari standar catatan Treasury 10 tahun naik ke 0,86%.

Sebagian besar analis memprediksi masa depan suram bagi dolar AS. Washington telah menetapkan perkiraan tanggal ketika vaksinasi masal akan dimulai. Dengan demikian, program vaksinasi dapat diluncurkan di paruh pertama Desember 2020. Ini artinya investor kemungkinan akan kehilangan minat mereka terhadap dolar AS sebagai mata uang safe-haven.