Platinum mungkin gantikan emas di pasar logam mulia

Menurut The Wall Street Journal, tahun ini, platinum melonjak sebanyak 14%, mengungguli logam-logam utama, seperti emas dan perak. Dorongan global menuju energi hijau telah mendorong investor untuk mencari platinum. Terlebih, harga logam tersebut didorong oleh pengumuman yang dibuat Presiden terpilih, Joe Biden. Ia berjanji akan menghabiskan $2 triliun untuk energi hijau. Kirill Kirilenko, seorang analis logam mulia di CRU Group, mengatakan bahwa platinum memulai rally karena janji ini. “Logam, yang digunakan dalam industri serta diminati investor, dalam jangka panjang akan diuntungkan dari dorongan global menuju sumber energi terbarukan,” ujarnya.

Alasan utama kenaikan platinum adalah jatuhnya harga emas. Selama sepekan dari 23 November hingga 27 November, emas turun sebanyak 4,8%. Faktanya adalah bahwa hasil menjanjikan uji coba vaksin Covid-19 meningkatkan prospek ekonomi global dan melemahkan permintaan terhadap aset safe-haven, termasuk emas. Akibatnya, aksi jual massal emas memaksa investor beralih ke logam lain. Beberapa analis memperkirakan bahwa platinum menjadi pemimpin baru karena harganya akan melonjak dalam waktu dekat.

Secara khusus, sepuluh tahun yang lalu, platinum adalah salah satu logam mulia termahal. Saat ini, platinum digunakan dalam autokatalis. Namun, harga yang lebih tinggi membuat sebagian besar pembuat mobil mencari logam yang lebih murah seperti paladium. Namun, permintaan yang lebih rendah dari produsen mobil menyebabkan kelebihan pasokan platinum. Akibatnya, harga platinum menunjukkan penurunan.

Selama lima tahun terakhir, platinum diperdagangkan mendatar. Namun, pandemi virus corona telah mengubah keadaan. Wabah virus telah menyebabkan ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran. Para analis memperkirakan bahwa pasar logam mungkin menghadapi rekor kekurangan platinum pada akhir tahun. Bulan lalu, Dewan Investasi Platinum Dunia, sebuah kelompok industri, merevisi naik prakiraan defisit platinum. Dengan demikian, permintaan akan melebihi pasokan platinum sebesar 1,2 juta ons. Perkiraan sebelumnya menunjukkan kekurangan hanya sebanyak 336.000 ons.

Menurut data yang diberikan oleh WPIC, tahun ini pasokan logam mungkin turun sebanyak 18%. Di saat yang sama, produksi logam primer cenderung akan turun sebanya 21%, menjadi 1,3 juta ton. Para analis memperkirakan masa depan cerah untuk platinum. Jadi, permintaan diperkirakan akan naik di tengah meningkatnya minat pada teknologi hidrogen terbarukan dan energi hijau. Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan logam agak rendah. Namun, saat ini, logam menjadi salah satu pemimpin di pasar logam mulia.