Biden ungkap agendanya untuk 100 hari pertama kepresidenan

Anehnya, 100 hari pertama kepresidenan yang baru telah menjadi semacam tradisi untuk mengungkap bagaimana sistem kerja presiden setelah resmi menjabat. Belum lama ini, Joe Biden telah menjanjikan sejumlah perubahan dengan menyajikan agendanya untuk 100 hari pertama sebagai Presiden AS. Rencana Biden tampak lebih ambisius dibandingkan dengan slogan Trump "Make America great again". Namun, berbeda dengan pendahulunya, presiden terpilih yang baru menguraikan kerangka waktu untuk langkah-langkah pertamanya di kantor.

Biden telah menetapkan target yang sangat krusial dan strategis untuk pemerintahannya. Pertama-tama, ia berkomitmen akan menetapkan pilihan yang tepat untuk petinggi kabinetnya. "Itu (kabinet) adalah tim yang akan menjaga negara kita dan rakyat kita tetap aman dan terjamin dan tim yang mencerminkan kenyataan bahwa Amerika siap untuk memimpin dunia bukannya mundur dari dunia. Sekali lagi duduk di bangku pimpinan dan siap menghadapi musuh kami serta tidak menolak sekutu mereka, siap untuk mempertahankan nilai-nilai kita," katanya. "Tim menemui momen ini. Mereka membentuk keyakinan utama saya bahwa Amerika adalah yang terkuat saat bekerja sama dengan para sekutunya," ia menjelaskan.

Sejujurnya, daftar anggota kabinet benar-benar mengesankan. Biden ingin melihat Anthony Blinken sebagai Menteri Luar Negeri dan Alejandro Mayorkas sebagai Menteri Pertahanan Dalam Negeri. Mantan Menteri Luar Negeri John Kerry kemungkinan akan menjadi Juru Bicara Khusus Presiden mengenai perubahan iklimm. Penasihat Keamanan Nasional akan dijabat oleh Jake Sullivan dan mantan Deputi Penasihat Keamanan Nasional Evril Haynes akan ditunjuk sebagai Direktur Intelijen Nasional.

Biden menyebutkan beberapa arahan Donald Trump yang menurutnya perlu dicabut. "Saya juga akan bertindak mencabut beberapa dari mereka, yang menurut saya, perintah yang sangat merusak yang memperburuk iklim dan membuat kita semakin jauh dari kesehatan, dari metana ke berbagai hal yang telah dilakukan oleh presiden," katanya.