Toyota dapat merebut posisi Tesla sebagai produsen mobil listrik teratas

Toyota berharap menjadi produsen mobil teratas. Tahun depan, perusahaan tersebut akan menghadirkan mobil listrik pertamanya dengan baterei yang tahan lama. Anehnya, produsen mobil ini sejak dulu lamban memproduksi kendaraan listrik (EV) dalam deretan mobilnya. Berkat teknologi ini, Toyota ingin mendahului Tesla, serta menjadi pimpinan tak tergoyahkan dalam sektor ini.

Daya baterai yang dikembangkan Toyota cukup untuk menempuh jarak sekitar 500 km tanpa henti. Selain itu, menurut produsen mobil tersebut, hanya butuh 10 menit untuk mengisi daya mobil hingga penuh. Artinya, cadangan daya kendaraan ini hampir dua kali lipat cadangan daya mobil dengan baterei lithium-ion yang telah meraih popularitas di pasar. Sebagai tambahan, mobil produksi Toyota akan memiliki ukuran bodi standar.

Namun, Tesla tidak akan menyerah dengan mudah. Nilai pasarnya diestimasi lebih dari $600 miliar. Di tengah lonjakan nilai seperti ini, perusahaan mencetak rekor baru dengan menjadi perusahaan terbesar ke-6 yang didaftarkan dalam indeks S&P 500.

Hanya dalam tahun 2020, sekuritas Tesla melonjak hingga 667%, sementara korporasi besar lainnya menderita kerugian besar. Bagaimanapun, Elon Musk tidak berpuas diri. Ia meminta karyawannya untuk bersiap menghadapi kejatuhan saham tak terduga. Langkah tersebut akan memaksa karyawan untuk fokus memaksimalkan laba dan meminimalisir biaya. Tesla adalah lawan yang sulit dikalahkan. Jadi, menarik untuk menyaksikan pertarungan antara dua perusahaan dalam merebut dominasi pasar.