Angela Merkel membahas virus Corona dalam pidato terakhirnya sebagai kanselir

Pada tahun 2020, Angela Merkel selaku Kanselir berbicara kepada warga negara untuk terakhir kalinya. Tidak mengherankan, dia mengabdikan sebagian besar pidatonya untuk pandemi virus Corona, yang oleh Merkel disebut sebagai masalah abad ini. "Ini serius. Sangat serius. Sejak re-unifikasi Jerman, sebenarnya sejak Perang Dunia II, tidak pernah ada tantangan solidaritas negara kita yang sangat krusial," tandasnya.

"Saya rasa saya tidak melebih-lebihkan ketika saya mengatakan bahwa dalam 15 tahun terakhir kita semua tidak pernah mengalami tahun yang sulit seperti itu. Pandemi virus Corona sampai saat ini merupakan tantangan politik, sosial, dan ekonomi sekali dalam satu abad. Ini adalah krisis bersejarah yang menuntut banyak dari kita semua dan sangat berat bagi beberapa orang,” kata Merkel.

"Virus Corona saat ini mengubah hidup di negara kami secara dramatis. Ide kami tentang normalitas, kehidupan publik, interaksi sosial - semua ini sedang diuji seperti sebelumnya," katanya. Dia menyoroti bahwa virus yang sebelumnya tidak dikenal menembus tubuh kita dan mengancam hidup kita, mengubah gaya hidup sehari-hari kita yang biasa menjadi berisiko, dan tindakan perlindungan yang awalnya tidak biasa berubah menjadi normal. Merkel meyakinkan orang-orang bahwa dia pasti akan menjadi peserta dalam program itu, tetapi tanpa preferensi karena posisi pemerintahannya dan akan menunggu giliran yang ditetapkan oleh hukum.

Kanselir menyoroti bahwa tahun 2020 mungkin menjadi tahun terakhirnya menjabat, mengisyaratkan bahwa dia tidak akan ambil bagian dalam pemilihan lagi. "Ini kemungkinan besar adalah terakhir kali saya akan berbicara sebagai kanselir dalam pidato tahun baru," jelasnya dalam pidato hari Kamis.