Perpecahan USSR sudah lama terjadi, namun kita masih mengingat rekor-rekor yang dibuatnya. Kini, satu negara mencapai target-target baru. Rusia mencapai skor tertinggi baru dalam produksi minyak per hari, sekali lagi mengungguli penambang minyak zaman USSR. Hasil siginifikan ini - 10,61 juta barel per hari - adalah jasa dari Rosneft yang meningkatkan ekstraksi minyaknya. Mari kita lihat fakta-fakta sejarah. Di 1988, sebagai bagian dari Uni Soviet, Rusia memproduksi hingga 11,41 juta barel per hari - 90 persen produksi minyak keseluruhan di USSR. Namun di 1991, tepat sebelum USSR pecah, angka tersebut turun 17,7 persen menjadi 10,4 barel per hari. Banyak ahli internasional meyakini bahwa pergantian rezim politik dan akhir era komunis di negara tersebut menjadi salah satu alasan turunnya harga minyak di pasar dunia. Setelahnya, industri minyak melalui masa-masa sulit. Kemandekan panjang bermula di 1996 - permintaan minyak melemah dan investasi di sektor industri hampir terhenti. Dalam puncak krisis 2008, tingkat produksi harian bahkan lebih rendah - 9,8 juta barel. Hanya setahun setelahnya, produksi minyak Rusia mulai tumbuh, dan di September 2009, negara tersebut mengekstrak lebih dari 10 juta barel per hari untuk pertama kalinya sejak Uni Soviet pecah. Di 2010, Federasi Rusia melampaui Arab Saudi yang merupakan pemimpin global produksi minyak, dimana Rusia mulai mengeksploitasi ladang minyak besar yang baru: Talakan Uvat dan Vankor. Tahun lalu, produksi minyak Rusia mencapai rekor 10,37 juta barel per hari dan 2013 menjadi kemenangan besar dengan produksi minayk mencapai 10,61 juta per hari.