Dolar AS mungkin harus berhadapan dengan lawan berat yang lain. Korea Utara telah membentuk tim dengan Iran dan Rusia untuk melanjutkan kampanye de-dolarisasi. Tampaknya Iran dan Rusia saja tidak mampu mengikis kedigdayaan dolar AS.
Otoritas Korea Utara mengerahkan segala upaya untuk memperkuat mata uang nasionalnya, won Korea Utara. Menurut kebijakan baru, pemerintah memutuskan untuk melarang penggunaan mata uang asing, termasuk dolar AS dan yuan Tiongkok. Badan intelijen Korea Selatan menemukan bukti bahwa seorang trader licik yang berpengaruh yang mengawasi sebagian besar marketplace gelap di Pyongyang ditahan oleh badan keamanan Korea Utara dan dieksekusi. Selain itu, semua pasar bebas di Korea Utara dilarang melakukan penukaran dolar.
Alasan dibalik larangan negara pada mata uang asing mungkin adalah depresiasi mata uang nasional. Pada musim gugur 2020, Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un mengizinkan perusahaan dan warga biasa untuk menjual hingga 70% barang dan produk mereka di pasar bebas. Sebagai hasil dari arahan ini, Korea Utara mengungkap beberapa jejak ekonomi pasar. Berlawanan dengan aturan pemerintah, warga Korea Utara sangat berminat dalam perdagangan commerce. Oleh karena itu, pemerintah memperketat pengawasan terhadap perdagangan yang kuat demi mencegah jatuhnya nilai won Korea Utara.