Jack Ma, pendiri Alibaba dan salah satu pebisnis terkaya di Tiongkok, dianggap oleh orang banyak sebagai salah satu orang terpintar di masa kini. Namun, analis heran bagaimana orang pintar sepertinya dapat memulai bisnis di negara dengan rezim totalitarian.
Selain itu, Ma berani mengkritik rezim. Sekarang, Jack Ma tidak lagi terlihat di hadapan publik selama lebih dari dua bulan setelah mengkritik bank-bank milik negara dan regulator ekonomi selama pidato di Shanghai. Ia menyamakan dua lembaga tersebut seperti pegadaian. "Bank-bank masa kini masih memiliki mental seperti pegadaian," ujar Ma. "Hipotek dan jaminan adalah untuk pegadaian, tapi jika kita hanya bergantung pada aset jaminan, perusahaan tertentu akan menjaminkan semua aset mereka, dan tekanan [untuk mereka] sangatlah besar."
Kini, miliarder yang kata-kata bijaknya mengenai arti hidup membanjiri Internet tengah menghindari kemunculan di depan publik. Pada 1 Januari, Ma menarik diri sebagai juri pada acaranya sendiri, Africa's Business Heroes. Anehnya, ia bahkan berhenti ditampilkan dalam video promosinya. Sebagai tambahan, aktivitas Ma di jejaring sosial berkurang drastis. Di Twitter dan pada akun organisasi amalnya, posting terakhir dibuat masing-masing pada 10 Oktober dan 30 November. Sebelumnya, pebisnis tersebut membuat beberapa cuitan dalam sehari.
Otoritas Tiongkok sekali lagi menunjukkan bahwa ikan yang besar sekalipun sebaiknya berenang dengan tenang di kolam. Mereka tidak menyuarakan permintaan mereka secara langsung tapi meminta Ma mereformasi bisnisnya. Para pakar khawatir Ma akan terpaksa membuat perusahaannya sebagai badan milik negara demi menyelamatkan bisnisnya.