Eurasia Group, sebuah konsultan risiko politik yang berbasis di New York, telah merilis daftar tahunannya dari sepuluh resiko global teratas untuk 2021. Urutan pertama ditempati oleh Amerika Serikat, dimana resikonya telah menjadi negara yang terpecah secara politik dalam situasi di mana setiap presiden baru dipandang tidak sah oleh sekitar setengah dari populasi AS.
Ancaman terbesar kedua yang diprediksi bagi dunia adalah pandemi virus corona, atau lebih tepatnya, konsekuensi yang tidak terduga. Menurut para analis, vaksinasi yang meluas akan berkontribusi pada melebarnya kesenjangan antara si kaya dan si miskin, yang memicu kerusuhan dan keresahan sosial di banyak negara. Selain itu, "pandemi akan meninggalkan warisan utang publik yang tinggi, pekerja yang terlantar, dan kehilangan kepercayaan", catat para ahli. Risiko ketiga menyiratkan perang global melawan perubahan iklim yang dapat mengarah pada era baru persaingan internasional.
Daftar dari sepuluh teratas resiko global dari Euroasia Group juga terdiri dari:
Ketegangan yang memuncak antara AS dan China;
Kesulitan dengan pemindahan data internasional;
Kemungkinan konflik siber global;
Masalah perekonomian Turki, yang akan menyebabkan masalah politik;
Harga minyak yang rendah menempatkan perekonomian Timur Tengah dibawah tekanan;
Angela Merkel yang berniat mundur sebagai Kanselir Jerman.