"Pembahasan tiga pihak ini akan berhasil," Stavitsky mengatakan. "Angela Merkel (Kanselir Jerman) siap bertindak sebagai mediator dalam pembicaraan tersebut karena Jerman bergantung pada pasokan gas." Pada saat yang sama, keputusan otoritas UE untuk membangun saluran pipa gas South Stream yang memutari Ukraina mendapatkan kritikan tajam, dimana Presiden Ukraina Viktor Yanukovych menganggapnya sebagai pukulan terhadap ekonomi nasional. Jika proyek tersebut jadi dilaksanakan, Ukraina akan kehilangan pasokan gas 60 miliar meter kubik. Di pertengahan November, dalam pertemuan puncak di Vilnius, Akademisi Sergey Galzyev, Penasehat Presiden Federasi Rusia mengatakan bahwa negosiasi untuk membentuk konsorsium tiga pihak yang bertujuan untuk mengelola jaringan pipa gas Ukraina adalah sia-sia hingga Ukraina memasuki perjanjian dengan UE. Sebelumnya, CEO Gazprom Alexey Miller mengatakan tidak ada alasan mendasar untuk melanjutkan pembicaraan ini. Selain itu, otoritas Ukraina dengan sengaja menunda untuk menjajaki undang-undang. Sementara itu, Menteri Energi Ukarina terus menegaskan bahwa tidak ada jeda dalam negosiasi.
Tahun ini bukanlah tahun pertama sistem transportasi gas Ukraina dibahas secara meluas oleh dua negara tetangganya, Gazprom sebelumnya pernah mengajukan gagasan untuk memberikan diskon 50% kepada Ukraina untuk gas alam Rusia agar Rusia dapat mengawasi saluran pipanya; namun, kedua pihak tidak mencapai kesepakatan.