EU Akan Membatasi Ketergantungan pada USD

Beberapa hari sebelum pelantikan Presiden terpilih Joe Biden, Uni Eropa menantang mata uang AS dan dominasinya dalam ekonomi global. Langkah UE selanjutnya adalah upaya untuk melindungi pasar global dari meluasnya ketergantungan terhadap dolar AS. Selain itu, UE berencana akan membatasi dampak sanksi AS dan risiko keuangan lainnya di kawasan UE.

Komisi Eropa telah mengembangkan sebuah proyek dokumen yang turut diawasi oleh Financial Times. Isu kunci dokumen adalah menemukan metode paling mudah dan efisien untuk meningkatkan posisi euro dalam ekonomi global. Penulis dokumen mengira status baru euro akan melindungi ekonomi Eropa Barat dari berbagai gangguan mata uang yang dapat terjadi di tengah pelemahan dolar. Dengan demikian, kawasan tersebut akan mampu menangkal permasalahan moneter global.

Brussels yakin bahwa empat tahun masa pemerintahan Donald Trump telah mendorong dominasi AS sehingga membuat greenback menjadi satu-satunya instrumen mata uang yang tersedia. Para pejabat Eropa sangat kecewa dengan keadaan saat ini. Selain itu, ada banyak contoh ketika sanksi AS berimbas negatif pada kawasan Eropa.

Dengan demikian, sanksi yang dijatuhkan terhadap Irak memicu dampak serius dan meruntuhkan infrastruktur keuangan Eropa. Tujuan utama otoritas UE adalah melindungi kawasan tersebut dari permasalahan seperti ini.

Sanksi AS terhadap Iran membuat Uni Eropa mencari metode pembayaran legal yang baru dan cara untuk melakukan perdagangan dengan perusahaan-perusahaan di republik Islam tersebut. Ini menimbulkan masalah. Selain itu, sanksi diperkenalkan tanpa perjanjian dengan pemerintah UE. Artinya AS tidak mempertimbangkan kepentingan negara-negara Eropa.

Negara Eropa Barat berencana merebut kembali kemandirian mereka tepat setelah Donald Trump meninggalkan jabatannya. Eropa ingin memperkuat pengaruhnya dalam sektor keuangan dan juga energi. Otoritas UE berencana menemukan alternatif untuk minyak acuan seperti Brent dan WTI karena mereka terlalu rentan terhadap perubahan dolar AS.

UE berencana mengadopsi proyek dokumen ini sebelum pelantikan Joe Biden. Setelahnya, hubungan antara UE dan AS dapat berubah drastis. Akan sangat sulit untuk menindas hak negara-negara Eropa.

Namun, ketergantungan UE terhadap dolar bukanlah satu-satunya tujuan. Uni Eropa juga ingin melarang transaksi kriptokurensi, termasuk bitcoin. UE telah mengirimkan petisi terhadap Parlemen Inggris. Kenyataannya perwakilan pemerintah dan bisnis Inggris menilai bahwa kriptokurensi tidak memiliki nilai. Tetapi, mereka digunakan oleh banyak penipu. Intinya, muncul opini bahwa kriptokurensi dapat membuat ekonomi nasional menjadi kacau.

Secara khusus, ini bukanlah percobaan pertama untuk melarang peredaran bitcoin. Sebelumnya, pemerintah Rusia meminta berbagai negara untuk mengawasi dengan ketat pasar kriptokurensi. Namun, itu semua sia-sia.