Skotlandia Dapat Meraih Kemerdekaan pada Referendum Kedua

Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon terus mendorong ide referendum baru. Pertanyaannya adalah apakah Skotlandia akan tetap menjadi bagian dari Kerajaan Inggris atau menjadi negara merdeka. Sturgeon menyatakan bahwa ia berencana memenangkan suara para pemilih ketika ia memasuki kampanye pemilihan untuk masa jabatan kedua sebagai Menteri Pertama.

Jika warga Skotlandia memutuskan untuk melanjutkan pemerintahan Sturgeon, ia akan terus mendorong isu pelik ini untuk Skotlandia. Ia mendukung kemerdekaan Skotlandia dari London. Menurut poling terbaru di kalangan warga Skotlandia, semakin banyak orang yang benar-benar menginginkan keluarnya Skotlandia dari Kerajaan Inggris. Survei ini meyakinkan Partai Nasional Skotlandia (SNP) yang dipimpin oleh Nicola Sturgeon untuk mulai membahas berbagai opsi untuk menarik diri.

Sementara itu, The Sunday Times merilis hasil poling terbaru di mana 49% penduduk lebih memilih kemerdekaan dan 44% menolak prospek tersebut. Jadi, jumlah pendukung keluarnya negara dari Inggris unggul dengan selisih yang tipis. Yang menarik, hampir 42% responden percaya bahwa perjuangan Skotlandia dengan pandemi virus corona akan lebih berhasil di luar Kerajaan. Di sisi lain, 23% warga Skotlandia berpendapat bahwa Skotlandia akan sulit mengatasi krisis corona tanpa bantuan dari London.

Masyarakat memberikan sudut pandang yang berbeda mengenai keanggotaan di UE. 52% responden akan menerima masuknya kembali Skotlandia ke UE. 31% tidak melihat adanya manfaat untuk menjadi bagian dari UE. Namun, survei memberikan kesimpulan penting. Partai Nasional Skotlandia (SNP) kemungkinan akan menang telak dalam pemilihan parlemen pada Mei 2021 yang membuat kebijakan dan prioritas Skotlandia menjadi jelas.

SNP yang dipimpin oleh Nicola Sturgeon mendorong dilaksanakannya referendum kedua untuk kedaulatan Skotlandia. Argumen kuat untuk referendum ini adalah ketidakpuasan warga terhadap penolakan London untuk mempertimbangkan opini Skotlandia dalam menetapkan kebijakannya. Bahkan, pada 2016, mayoritas warga Skotlandia mendukung Inggris tetap di dalam UE. Melalui referendum, Nicola Sturgeon berencana menjamin kemerdekaan Skotlandia yang akan memuluskan jalannya mengajukan keanggotaan dalam UE.

Bagaimanapun, Sturgeon harus menghadapi lawan besar termasuk Perdana Menteri Inggris. Boris Johnson bersikeras bahwa terlalu dini untuk melaksanakan referendum terkait kedaulatan Skotlandia. Pada 2014 lalu, Skotlandia telah mengadakan referendum yang sama. Saat itu, sebagian besar warga Skotlandia menolak meninggalkan Inggris, meski dengan selisih suara yang tipis.