Pada hari Selasa, 2 Februari, Guardian melaporkan tentang nominasi pergerakan Black Lives Matter yang dibuat oleh PM Norwegia, Petter Eide. Ia mengusulkan nominasi BLM untuk 2021 Nobel Peace Prize.
Black Lives Matter adalah pergerakan protes melawan kekerasan dan rasisme sistemik terhadap masyarakat Afrika-Amerika. "Seruan BLM untuk perubahan sistemik telah menyebar di seluruh dunia, memaksa negara-negara lain untuk bergulat dengan rasisme dalam masyarakat sendiri," Petter Eide menyatakan dalam makalah nominasi-nya.
Black Lives Matter dibentuk 8 tahun lalu oleh Alicia Garza, Patrisse Cullors, dan Opal Tometi. Pergerakan tersebut muncul sebagai tanggapan atas pembebasan George Zimmerman yang telah menembak remaja Afrika-Amerika, Trayvon Martin.
BLM telah secara luas dikenal pada tahun 2014 setelah protes atas kematian Michael Brown dan Eric Garner. Tahun lalu, polisi membunuh George Floyd di Minneapolis dan menyebabkan serangkaian protes yang melibatkan Black Lives Matter. Faktanya, protes tersebut menyebar di luar Amerika Serikat.
Isu tersebut sangat panas sehingga #BlackLivesMatter menjadi hashtag terpopuler kedua di Twitter setelah #COVID19. Pendiri gerakan Black Lives Matter memimpin di antara orang-orang paling berpengaruh di tahun 2020 menurut Bloomberg.