Federal Reserve AS telah mengumumkan rencananya untuk menurunkan program stimulus. Pengumuman ini adalah berita utama yang ditunggu-tunggu pasar. Sederhananya, Fed berencana akan mengurangi anggaran bulanan untuk obligasi pemerintah AS secara bertahap. Pembelian obligasi per bulan akan dipotong $10 miliar. Sehingga Federal Reserve kini membeli obligasi pemerintah per bulannya sebesar $75 miliar dari yang sebelumnya sebesar $85 miliar. Selain itu, bank sentral AS tersebut menetapkan kisaran target suku bunganya tetap sama di rekor level terendah 0-0,25%. Untuk sebagian besar orang, keputusan ini telah ditunggu-tunggu; beberapa analis sebelumnya memprediksi bahwa Fed akan memulai penurunan stimulus di September tahun ini, namun saat itu, Amerika mengalami masalah yang lebih besar, lumpuhnya pemerintahan. Peristiwa ini memicu reaksi langsung dari pasar saham AS, dengan Dow Jones Industrial Average naik 1,04% ke 16.040,56; S&P 500 naik 0,75% ke 1.794,10, dan Nasdaq naik ke 4.033,21, naik 0,24%. Penurunan program stimulus membuktikan pulihnya ekonomi global. Perlu diingat bahwa program QE diluncurkan oleh Amerika Serikat di 2008 saat terjadinya resesi global. Program ini bertujuan untuk mendorong aktivitas ekonomi.