Seperti yang dikatakan ramalan shio, tahun 2014 disebut sebagai tahun kuda kayu biru. Namun analis memperkirakan bahwa ini akan menjadi tahun dari pasar mata uang nasional Asia. Sebagian besar analis yang terlibat dalam poling percaya bahwa perubahan drastis akan dilakukan diantara para pimpinan dari mata uang terpopuler di dunia. Sehingga, para ahli dari pasar mata uang internasional melakukan penelitian secara rinci dan membuat kesimpulan bahwa dolar Taiwan, rupiah Indonesia, won Korea Selatan, dan tentu saja yuan Cina akan memperoleh nilainya secara stabil untuk tahun ini. Menurut rata-rata, mata uang ini diharapkan akan meningkat mulai dari 1,5% dan bahkan lebih tinggi. Cukup jelas, bahwa hasil tren mata uang di 2013 juga tidak dapat diabaikan. Tahun yang telah berlalu menjadi salah satu dari yang tersulit untuk dekade ini jika membicarakan mengenai negara-negara di wilayah Asia Pasifik. Indeks gabungan dari mata uang Asia menunjukkan penurunan yang jelas dan kerugian lebih dari 2% dari nilainya. Penurunan semacam itu terutama disebabkan oleh rumor pertama mengenai keputusan Fed untuk membatalkan program pelonggaran kuantitatif. Dengan demikian, para investor asing dan dana peringkat atas mengatur tentang pengurangan aset yang tersedia dari mata uang di negara-negara berkembang di Asia. Hasilnya, hanya rupiah Indonesia yang mengalami kesulitan dari data tersebut dan mengakibatkan penurunan sebesar 20%. Namun, badan urusan negara mengharapkan akan kemunduran secara krusial. Sementara itu, Deutsche Bank mendefinisikan negara-negara Asia sebagai kekuatan pendorong yang baru dalam ekonomi global siap untuk berurusan dengan investor yang kuat yang sudah menyadari prospek pembangunan. Para ahli memperkirakan bahwa setelah libur Tahun Baru para investor akan mengambil keuntungan dari pembukaan sejumlah transaksi jangka panjang pada pasar negara berkembang Asia.