Virus corona masih menjadi ancaman bagi pemulihan ekonomi AS

Menurut para ahli yang dipilih oleh Reuters, Amerika Serikat akan mengalahkan negara berkembang lainnya dalam hal pertumbuhan ekonomi di 2021. Namun, gelombang pandemi lainnya dapat memperburuk prospek ekonominya. Lonjakan kasus baru akan tetap menjadi masalah paling mendesak dalam tiga bulan ke depan, ungkap para ahli.

Menurut sebuah survei dari 100 ekonom yang dilakukan oleh Reuters, aktivitas perekonomian di Amerika Serikat akan meningkat berkat paket stimulus $1,9 triliun dan $2 triliun rencana perkembangan infrastruktur yang diajukan oleh Presiden AS Joe Bden. Perekonomian terbesar dunia kemungkinan akan berkembang sebanyak 6,2% di 2021. Ini merupakan angka tertinggi dalam dua tahun terakhir, para ahli menekankan. Jika skenario ini menjadi kenyataan, perekonomian akan mencatat pertumbuhan ekonomi tercepat sejak 1984.

Pada waktu yang sama, sekitar 70% responden mencatat bahwa resiko terbesar pada perekonomian AS adalah meningkatnya kasus virus corona yang baru dalam tiga bulan mendatang. Namun, para ahli memperhitungkan bahwa pemerintah tidak akan memberlakukan kembali pembatasan lockdown. Selain itu, saat ini, investor lebih fokus terhadap data ekonomi optimis dibandingkan dengan situasi epidemiologis.

Tahun ini, perekonomian AS mungkin akan menghadapi inflasi tinggi. Namun, Federal Reserve memiliki cukup alat untuk menjaga inflasi dibawah kendali. Pimpinan Fed Jerome Powell memastikan trader bahwa regulator tidak akan mengizinkan inflasi melampaui target 2%. Secara keseluruhan, ekonom optimis mengenai prospek perekonomian AS di 2021. Mereka yakin bahwa di masa mendatang akan pulih ke level awal krisis. Pada waktu yang sama, ini akan memerlukan lebih dari satu tahun sebelum tenaga kerja stabil.

Mengingat estimasi awal, di triwulan pertama 2021, perekonomian AS naik 5,8% dalam skala tahunan. Dalam triwulan saat ini, kemungkinan akan naik 8,5% melawan nilai perkiraan sebelumnya di 7,2%.