Analis terkemuka dari organisasi internasional memberikan perkiraan mengejutkan mengenai kepemimpinan di antara ekonomi global. Para ahli yakin bahwa dalam jangka pandek, lebih tepatnya 2028, ekonomi Cina akan mengambil peringkat pertama dan melampau Amerika Serikat, memegang kepemimpinan untuk waktu yang lama. Selain itu, perkiraan optimis bahwa Inggris juga akan berperan. Ekonom yakin di tahun 2030, Inggris akan menjadi ekonomi Eropa terbesar melebihi Jerman. Faktor yang penting untuk mencapai hasil ini adalah pertumbuhan demografis, pajak yang lebih rendah dibandingkan negara tetangga, dan ketidakikutsertaan dalam masalah ekonomi area euro. Jika kecenderungan ini dipertahankan dan Jerman gagal mengambil langkah aktif, maka Inggris akan menikmati gelar baru sebagai pemimpin ekonomi Eropa. Konsensus merasa bahwa target besar Inggris adalah fokus pada ekspor untuk pasar berkembang yang cepat, membentuk kembali hubungan perdagangan dengan negara anggota Uni Eropa, dan memutuskan kemerdekaan Skotlandia. Dalam hal ini, negara berperan untuk menjadi ekonomi barat terbesar kedua dengan AS menjadi peringkat teratas. Selain dari ini, laporan dari pusat penelitian ekonomi dan bisnis menempatkan nilai tinggi dalam pasar berkembang cepat seperti India, Brazil, dan Rusia. Oleh karena itu, PDB India harus lebih besar dari Jepang karena kebijakkan moneter Jepang yang amat longgar ditujukan untuk melemahkan mata uang lokal. Perkiraan lain juga optimis; Brazil akan mengambil peringkat kelima di 2023, mengungguli Inggris Raya dan Jerman. Rusia akan mencapai peringkat keenam di 2018 di antara ekonomi global, India - kesembilan, Meksiko - kedua belas, Korea - ketiga belas, dan Turki - ketigabelas.