Persaingan Boeing dan Airbus Tidak Pernah Berakhir

Pesawat terbang dibuat untuk terbang di langit, dan jika ada yang dapat mendahului pesaing selama penerbangan ini, itu adalah kepuasan ganda. Persaingan untuk posisi puncak terus berlanjut di atas awan antara dua perusahaan raksasa perakit pesawat terbang selama belasan tahun. Salah satunya adalah perusahaan legenda terkemuka dunia yang berbasis di AS, Boeing. Markas besar perusahaan satunya terletak di Eropa, yang juga sangat terkenal yaitu Airbus. Tahun lalu, Airbus menjadi pemimpin di industri perakitan pesawat terbang. Produsen Eropa ini memperkuat pesanan pesawat terbang mencapai rekor hingga 80% dan selama 2013 Airbus menyelesaikan 1.619 kontrak. Menurut sebuah rilis resmi, Boeing menerima 1.531 order. Namun, dengan mempertimbangkan pesanan yang dibatalkan dan keuntungan yang tercatat selama tahun 2013, Airbus menyelesaikan 1.503 pesanan bersih dan Boeing 1.355. Pada saat yang sama, Boeing menempati posisi pertama untuk pengiriman pesawat. Perusahaan Amerika tersebut mengirimkan 648 pesawat dibandingkan dengan 626 pesawat yang diproduksi oleh produsen Eropa. Awal tahun baru adalah awal lomba lainnya dalam hal jumlah klien dan order. Meski dengan hasil terbaru, Boeing AS mempertahankan posisi puncaknya di dunia dalam produksi pesawat sipil. Di atas itu semua, Boeing memiliki peluang yang bagus untuk mengungguli Airbus di 2014 karena Airbus memiliki 5.559 pesanan yang belum dirampungkan senilai $809 miliar. Airbus akan memerlukan waktu 8 tahun untuk menyelesaikan jumlah pesanan tersebut. Angka pesanan Boeing jauh lebih kecil - 5.080 pesawat.