Benar-benar tidak ada hal seperti cuaca buruk, hanya berbagai jenis berbeda dari cuaca baik. Namun, masih tetap ada cuaca yang mengakibatkan perkiraan ekonomi yang negatif. Kondisi cuaca tidak hanya mempengaruhi pertanian, tetapi juga perekonomian global mengalami kerugian yang berasal dari perubahan iklim. Pada World Economic Forum, para ilmuwan membahas mengenai resiko tahun ini dan hasil tahun 2013. Para ahli menghitung bahwa perubahan iklim disebabkan oleh aktivitas manusia khususnya pada biaya perekonomian global 1,5% dari PDB, atau $1,2 triliun. Negara yang tidak terlalu makmur yang paling menderita. Kerugian mereka mencapai 11% dari PDB. Dan ini baru awalnya saja. Perkiraan menunjukkan bahwa situasi mungkin akan semakin buruk. Di tahun 2030, ancaman diperkirakan beripat ganda. Sebagai contoh, Central Asia dimana suhu mencapai 1,5C telah memiliki masalah dengan pengurangan hasil panen dan pertanian mengalami kerugian sekitar setengah dari penghasilan. Namun, bukan hanya pemanasa global, badai, banjir, dan wabah yang mempengaruhi perekonomian secara negatif. Kita semua tahu jika sesuatu menghilang dari satu tempat, maka akan berpindah ketempat lain. Negara-negara dengan iklim buruk bisa diuntungkan dari situasi ini. Sebagai contoh, perekonomian Rusia yang memiliki kesempatan baik untuk memperoleh hasil bahkan sedikit dari suhu rata-rata. Ada dua faktor yang mendukung untuk Federasi Rusia.
Yang pertama adalah iklim hangat memperluas area pertanian. Faktor kedua dan yang lebih penting adalah pergeseran es bertahun-tahun dan mengubah posisinya. Untuk alasan ini, ketertarikan para Rute Laut Utara meningkat dan menjadi rute perjalanan yang lebih efisien untuk pengiriman kargo, ungkap Direktur Pengelolaan dari ALOR Group Sergey Khestanov. Waktu akan menunjukkan peningkatan dan penurunan dari suhu tinggi dan rendah. Namun telah dipahami bahwa kita semua harus siap hidup pada lingkungan maupun keadaan yang baru.