Lebih dari cukup adalah berlebihan. Pernyataan ini mengacu pada ekonomi Yunani saat ini. Mulai saat ini, Yunani harus berjuang sendiri. Komisioner Uni Eropa memperhitungkan kebijakkan penghematan yang dikerjakan oleh pemerintah dan perubahan ekonomi yang seharusnya mengembalikan kesehatan ekonomi di Yunani. Jadi, pembuat kebijakkan Eropa menolak paket bantuan Yunani selanjutnya. Menteri-menteri keuangan zona euro menilai usaha pemerintah Yunani rendah dan menunjukkan ketidaksetujuan atas perubahan pola ekonomi. Dalam dasar perhitungan mereka, mereka menggunakan resolusi untuk menolak paket bantuan. Beberapa minggu lalu, Eurogroup di Brussels memutuskan untuk melanjutkan dana bankrolling ke Yunani. Di saat itu, inspektur dari lembaga pemberian pinjaman mendapatkan angka meyakinkan dari pelaksanaan perubahan dan pemulihan ekonomi di Balkan Peninsula. Namun, saat Yunani memulai ketergantungannya pada bantuan darurat 5 milyar euro, troika kreditornya termasuk Komisi Eropa, IMF, dan Bank sentral Eropa memotong bantuannya. Dokumen finansial utama Yunani telah menjadi salah satu sebab utama penolakkan. Menurut para ahli, anggaran nasional untuk 2014/15 harus disesuaikan mengingat situasi yang terjadi saat ini. Selain itu, jumlah masalah vital belum diatasi sejauh ini, seperti privatisasi properti publik, restruktur institusi pemerintah lebih lanjut, dan tingkat pengangguran yang tercatat tinggi. "Yunani memiliki banyak tugas yang harus diselesaikan," Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schauble menekankan dalam wawancara. Sementara itu, Atena tidak memiliki pilihan selain menunggu sampai para ahli menyelesaikan tahap pengujiannya. Laporan mereka akan menentukan persetujuan pinjaman selanjutnya. Jadi, Atena akan memiliki paket bantuan ketiga setelah perubahan ekonomi yang diajukan oleh Uni Eropa direalisasikan.