Korupsi Menjadi Musuh Utama di Zona Euro

Sudah diketahui secara luas bahwa korupsi adalah penyakit di negara berkembang. Namun, sepertinya kekuasaan tidak keberatan menerima uang sogokkan. Baru-baru ini, Komisioner Masalah Dalam Negeri Uni Eropa, Cecilia Malmstorm menunjukkan laporan yang menunjukkan warna Eropa sebenarnya. Menurut komisioner, korupsi menghabiskan 120 milyar euro di Uni Eropa di tahun 2013. Dan itu hanya perkiraan sekilas. Laporan mengatakan bahwa investigasi pada 28 negara baru saja dimulai, namun kekacauan korupsi sudah mengejutkan. Kami hanay dapat mengira angka akurat yang akan terlihat. Itu adalah pertama kalinya sekutu Eropa melakukan pemeriksaan. Setelah para ahli komisioner ditetapkan, bersamaan dengan hasil akhirnya, mereka juga akan mengeluarkan rekomendasi untuk memberantas uang sogokkan. Pemeriksaan seharusnya dilakukan di akhir 2013, namun lingkup pekerjaan amat luas, akhirnya investigasi mundur. Walaupun para ahli mengganti tanggalnya, mereka masih kekurangan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pemeriksaan tepat untuk institusi Eropa. Jadi, dokumen akan hanya mengandung informasi rinci mengenai masing-masing negara Uni Eropa. Korupsi tidak hanya memakan biaya yang banyak untuk Eropa, namun juga mengekang pengembangan bisnis di dunia. Polling menunjukkan bahwa 4 dari 10 pengusaha Eropa mengemukakan pendapat tersebut. Cecilia Malmstorm menekankan bahwa tidak seperti negara lainnya, Swedia dapat membanggakan ketiadaan masalah ini di negaranya.