Saat perekonomian Cina terus berkembang, keinginan memperoleh energi menjadi sulit terpuaskan. Menurut laporan yang dikeluarkan oleh U.S. Energy Information Administration, tahun lalu, Republik Rakyat Cina mengkonsumsi minyak dua kali lipat dari yang diproduksi. Di tahun 2013, Cina menggunakan 10,7 miliar barel, sementara outout hanya 4,5 juta barel per hari. Para ahli internasional memberi pendapat bahwa jika konsumsi minyak Cina tidak berkurang, di tahun 2014, Cina akan melebihi AS dan memperoleh gelar sebagai importir minyak terbesar dunia. Laporan mengatakan bahwa Cina adalah importir terbesar kedua dari produk minyak mentah dan minyak tanah di tahun 2009. Di tahun 2013, volume rata-rata dari impor menunjukkan 6,2 juta barel per hari. Kenyataannya, Cina telah menjadi importir terbesar di dunia pada triwulan 4 2013. EIA memperkirakan indikator tahunan Cina akan mencapai ketinggian baru karena produksi emas hitam Amerika dan permintaan Cina tidak melakukan apapun kecuali bergerak meningkat. Disamping itu, para ahli tidak ragu bahwa impor minyak AS dan Cina masing-masing akan berada di 5,5 juta bbl/hari dan 6,6 juta bbl/hari. Selain itu,, IEA memperkirakan minyak Cina dan produksi bahan cair di tahun 2020 dan 2040 masing-masing akan mencapai 4,6 bbl/hari dan 5,6 nnl/hari. Untuk produksi minyak mentah, produksi minyak dalam negeri Cina menghasilkan 81%, sementara output luar negeri berjumlah hingga 19%. Selanjutnya, seluruh bidang utama di Cina menyusut. Meskipun terdapat fakta tersebut, pemerintah tidak mencegah produsen minyak internasional memasuki pasar dan memberikan mereka akses menuju bidang yang paling sulit.