Satu lagi perusahaan Eropa mengubah kewarganegaraannya. Motorola, yang saat ini dimiliki oleh Google, akan dijual ke Lenovo. Setelah negosiasi panjang, kedua belah pihak memutuskan dan mengumumkan kesepakatan yang akan datang senilai $3 milyar. Bersamaan dengan Motorola, perusahaan elektronik Cina ini akan mendapatkan lebih dari 10.000 hak milik berbeda untuk aplikasi dan software. Jadi, Lenovo akan dapat memasuki pasar AS untuk bersaing dengan perusahaan raksasa lainnya seperti Apple dan Samsung. Dengan menjual Motorola, Google mencoba untuk membuat perangkat mobil sendiri. Google Inc. membayarkan $12,5 milyar untuk pembat handset di 2012 berharap untuk meluncurkan merek perangkat mobilenya dengan pilihan pengenalan suara. Di Agustus 2013, Motorola Mobility bersamaan dengan Google mempersembahkan selular barunya Moto X, namun konsumen tidak menyambut baik dan proyek tersebut akhirnya menurun. Sementara itu, Lenovo membeli aset dan mencoba untuk menetap untuk pasar manufaktur komputer. Hal tersebut adalah kesepakatan besar kedua untuk Lenovo karena baru-baru ini pembuat elektronik Cina mendapatkan bisnis server IBM x86 senilai $2,3 milyar. Penggebrak Asia untuk pasar dunia akan keluar. Penjualan domestik besar membuat Lenovo melakukan investasi untuk meningkatkan keberadaannya di pasar luar wilayahnya. Di tahun 2013, produsen handset utama (Huawei, ZTE Corp., dan Lenovo) dianggap pemberi pinjaman pada industri. MEskipun tiga perusahaan di atas dirasa baik di Asia, mereka belum dapat menaklukkan konsumen AS. Amerika masih merasa produksi Cina berada di skala bawah dan tidak aman untuk kesehatan. Untuk perbandingan, di triwulan ketiga 2013 penjualan ZTE dan Huawei masuk di 5,7% dan 3% masing-masing di Amerika Serikat, sementara Apple dan Samsung terhitung senilai 36,2% dan 32,5% masing-masing. Sampai saat ini, perbedaannya signifikan.