Banjir musim semi telah menyebabkan perubahan pada harga dari pasar real estate Inggris. Beru-baru ini, prilaku alam telah memiliki lebih banyak pengaruh dalam kehidupan kita. Jika kekeringan atau hujan lebat sebelumnya hanya berdampak pada hasil panen, sekarang banyak sekali aspek ekonomi yang terkena dampak dari bencana alam. Sebagai conto, di beberapa wilayah di Inggris, baru saja mengalami ledakan konstruksi dan peningkatan harga tanah dan perumahan, situasi telah sepenuhnya berubah. Kenaikan berubah menjadi penurunan dramatis dikarenakan banjir. Saat ini para pemilik pada dasarnya harus menurunkan harga untuk menjual properti mereka. Perusahaan asuransi mengembangkan biaya dari layanan mereka atau menolak mengasuransikan rumah di wilayah yang beresiko tinggi terhadap banjir. Pada bulan Januari, 5.800 rumah di Chertsey, Egham, Datchet tergenang banjir. Met Office mencatat curah hujan tertinggi di Januari sejak 1766. 55.000 rumah dengan harga total sebesar 21 miliar pound (35 miliar dolar) terkena banjir. "Dampak dari banjir bagi rumah-rumah tersebut sangatlah merugikan. Rumah-rumah tersebut mengalami kerugian sekitar setengah dari harga mereka, dan hampir mustahil untuk dijual," ungkap Hughes Fell, partner dari agensi real estate George F White. Situasi dalam salah satu pasar real estate termahal di dunia, London, juga rumit. Bahkan ketidak stabilan cuaca di negara terebut tidak dapat membuat makelar modal menurunkan harga. Apartemen di London masih menjadi permintaan terkuat diseluruh dunia. Harga apartemen telah naik stabil sejak 2009. Selama lima tahun terakhir, harga rumah di ibu kota Inggris tersebut meningkat sebesar 40%