Hampir tidak dapat disangkal bahwa China adalah salah satu negara terkuat secara ekonomi. Setiap tahun, negara ini memperluas kapasitas ekonominya. Itu sebabnya tidak mengherankan bahwa produsen-produsen China akan segera menyalip Eropa sebagai eksportir terbesar dunia. Menurut sebuah studi belum lama ini oleh Euler Hermes, selama dua dekade terakhir, pangsa pasar ekspor kawasan euro secara keseluruhan jauh menurun.
Para ekonom telah lebih dari sekali mengatakan bahwa produsen Eropa kehilangan dominasi mereka di pasar ekspor global. Pangsa ekspor zona euro turun bertahap. Jadi, China melangkah sebagai pemasok global utama barang-barang industri. Studi tersebut menyebutkan bahwa pangsa ekspor Prancis, Jerman, dan Italia masing-masing turun 1,7%, 1,3%, dan 1,1%. Eksportir Eropa sama sekali tidak mampu bersaing dengan pemasok China di industri ekspor utama, termasuk pesawat terbang, farmasi, dan otomotif. Selain itu, selama sepuluh tahun terakhir, China secara nyata meningkatkan kualitas barang-barang manufaktur. Itu sebabnya kualitas mereka tidak lebih buruk dari Eropa. Selain itu, harga mereka jauh lebih rendah.
Para ahli menyarankan beberapa cara untuk meningkatkan ekspor Eropa. Pertama dan yang terpenting, kebijakan penetapan harga (misalnya, untuk memperkenalkan insentif pajak) perlu direvisi. Pemerintah juga harus melakukan reformasi struktural, yaitu melakukan beberapa amandemen undang-undang ketenagakerjaan. Misalnya, kursus pelatihan untuk karyawan dapat membantu menghilangkan kekurangan personel yang memenuhi syarat. Selain itu, penting juga untuk mendukung industri yang menunjukkan potensi pertumbuhan tinggi serta industri tradisional dalam transisi ke bisnis yang lebih hijau.