Saham Malaysia Airlines Turun 20% di Tengah Masalah Hilangnya Pesawat

Saham Malaysia Airline turun 20% di pembukaan trading tanggal 10 Maret menjadi 0,2 ringgit per saham. Di penutupan sesi trading sebelumnya, harga perusahaan yang memiliki pesawat jet yang hilang mencapai 0,25 ringgit.
Hal tersebut menyusul setelah hilangnya pesawat Malaysia Airline lepas landas dari Kuala Lumpur. Perwakilan Malaysia Airlines melaporkan mengenai hilangnya pesawat yang membawa 227 penumpang tanggal 8 Maret, 2014. Kontak radar dengan Boeing 777-200 hilang setelah lepas landas dari Kuala Lumpur di pukul 0:41 (waktu setempat). Pesawat seharusnya tiba di Beijing pada pukul 6:30. Di dalam pesawat tersebut memiliki orang-orang dari 13 negara.
Selanjutnya, diketahui pesawat hilang dari layar radar saat terbang di Laut Cina Selatan. Tidak ada informasi yang memastikan bahwa pesawat tersebut jatuh. Penyelamat dari Vietnam dan Malaysia masih melanjutkan pencarian.
Malaysia Airline adalah penerbangan Malaysia yang melintasi tujuan seluruh Asia, Eropa, dan A.S. Didirikan di tahun 1974.