Huawei Akan Lisensikan Desain Smartphone untuk Hindari Daftar Hitam AS

Produsen smartphone China, Huawei, kesulitan bertahan hidup setelah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadapnya. Lisensi desain smartphone ke perusahaan lain bisa menjadi salah satu cara untuk menghindari pembatasan.

Sejumlah negara, yang dipimpin oleh AS, melarang Huawei beroperasi di wilayah mereka setelah terungkap bahwa pemerintah China dapat memanfaatkan perusahaan tersebut untuk menjadi mata-mata. Raksasa teknologi tersebut saat ini mencoba untuk menghindari pembatasan dengan melisensikan desain smartphone-nya ke unit Peralatan Pos dan Telekomunikasi China milik negara. Huawei juga aktif bernegosiasi dengan perwakilan merek Xnova. Sumber lain mengklaim bahwa produsen peralatan telekomunikasi China, TD Tech, juga akan menjual beberapa ponsel rancangan Huawei.

Perangkat akan diproduksi dengan desain Huawei, tetapi menggunakan merek berbeda, dan laba akan dihasilkan dari produsen pihak ketiga. Mungkin ini akan membantu Huawei tetap menjadi salah satu pengembang smartphone terkemuka.

Para analis yakin bahwa pendapatan Huawei China dari bisnis smartphone-nya turun setidaknya $30-40 miliar pada 2021. AS memberlakukan sanksi terhadap raksasa teknologi tersebut pada Mei 2019. Hal ini mengakibatkan Huawei kehilangan akses ke teknologi utama AS, terutama semikonduktor canggih, yang digunakan untuk smartphone-nya.