Bursa saham tenggelam karena kabar mengenai varian baru virus corona

Bursa-bursa saham global gagal pulih sepenuhnya dari kemerosotan terbaru yang disebabkan oleh varian virus corona yang baru, Omicron. Kabar mengenai penyebaran varian baru COVID-19 memicu tumbangnya bursa-bursa saham utama di Korea Selatan, Jepang, China, Rusia dan bahkan Eropa.

Pasar meluncur turun setelah diumumkan bahwa varian virus yang baru ditemukan di Afrika Selatan. Situasi ini diperparah oleh kenyataan bahwa vaksin yang ada akan sulit melindungi masyarakat dari Omicron. Tak lama setelahnya, kasus varian Omicron yang terkonfirmasi tercatat di Hong Kong dan Republik Bostwana. Sebagian negara telah melarang penerbangan ke negara-negara ini dan negara Afrika lainnya, termasuk Afrika Selatan, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, dan Eswatini. Alhasil, pasar menunjukkan penurunan drastis. Dengan demikian, Nikkei 225 Jepang kehilangan 2,53%, SSE Composite China turun 0,56%, KOSPI Korea Selatan merosot 1,47%, dan Indeks MOEX Russia turun 2,74%. Euro STOXX 50, indeks utama bursa saham Eropa, merosot 3,669%. Kabar ini juga memukul dolar AS. Para analis khawatir jika penyebaran varian yang baru dapat menunda tapering QE yang banyak diperkirakan oleh para analis.

Menurut data awal, Omicron sangatlah menular. PM Inggris Boris Johnson mengatakan varian Omicron COID-19 dapat menyebar pada orang-orang yang telah menerima vaksin penuh,