Seperti yang dilaporkan pada Senin, 6 Desember, Saudi Aramco, perusahaan milik negara terbesar di Arab Saudi, telah menandatangani lima perjanjian dengan perusahaan-perusahaan asal Prancis. Perjanjian ini ditujukan untuk mengembangkan produksi energi bersih di Kerajaan itu. Petinggi Saudi Aramco telah menandatangani lima perjanjian dengan perusahaan-perusahaan ternama Prancis, termasuk kesepakatan dengan Gaussin untuk mengeksplorasi perakitan kendaraan bertenaga hidrogen di kawasan itu. Beberapa memorandum yang ditandatangani dengan perusahaan asal Prancis termasuk menemukan solusi untuk mengurangi emisi karbon dan menjelajahi peluang bisnis untuk mobil bertenaga hidrogen di Arab Saudi. Kolaborasi dengan Gaussin, yang merupakan pionir dalam solusi transportasi yang bersih dan pintar, dipandang sebagai kesempatan untuk mempromosikan pendekatan yang berkelanjutan terhadap penggunaan energi di Kerajaan itu, raksasa minyak itu menekankan. Menurut CEO Saudi Aramco Amin Hassan Nasser, kerja sama dengan sektor korporat Prancis selalu kuat di berbagai bidang, termasuk kimia dan penelitian serta inovasi dalam industri petrokimia. Kepala Saudi Aramco menyebutkan kilang SATORP sebagai contoh bagus akan kerja sama yang efektif. CEO perusahaan yakin kerja sama dengan perusahaan asal Prancis ini memiliki prospek yang cerah ke depannya.