Perusahaan teknologi besar kehilangan $275 milyar dalam satu bulan

Empat puluh perusahaan teknologi terbesar di dunia kehilangan harga pasar saham kelimanya (sekitar $275 milyar), The Financial Times melaporkan. Penurunan ini menjadi penurunan terdalam sejak krisis finansial global di 2008.Menariknya, pasar telah berada dalam rekor tersebut selama beberapa waktu belakangan ini.

Indks Bioteknologi Nasdaq telah turun 20% sejak akhir Februari. Generasi baru perusahaan bisnis perangkat lunak - seperti Workday, Splunk, dan Fireye - telah turun 30-40%.

Kerugian berdampak pada perusahaan-perusahaan di AS dan Asia Timur. Saham Grup internet Cina Tencent turun 20% di Hong Kong, Naver Korea turun10%, dan Rakuten Jepang turun 12%.

Penurunan ini dapat dijelaskan dengan dua cara. Salah satunya adalah koreksi teknikal alami pasar karena saham perusahaan internet bernilai jual berlebihan (overvalue). Penjelasan kedua adalah karena krisis Ukraina dan ketidakpastian mengenai kenaikan suku bunga Fed. Runtuhnya saham yang tinggi bisa menjadi sinyal akan datangnya "burung kenari di tambang batubara".

Salah satu penurunan yang paling sulit pada saham teknologi disebut kecelakaan dotcom pada tahun 2000-2001. Kemudian, gelembung membesar karena valuasi yang tinggi. Krisis ekonomi yang disebabkan oleh turunnya bursa. Hal ini menyebabkan kerusakan bagi perekonomian AS dan Eropa pada tingkat yang lebih rendah.