​CEO dari banyak perusahaan teratas megharapkan perekonomian global bangkit pada tahun 2022

Sekitar 77% dari manajer teratas dari perusahaan terbesar mengharapkan dorongan signifikan dalam perekonomian global di tahun 2022. Khususnya, para eksekutif di India adalah yang paling optimis tentang prospek perekonomian global. Hasil tersebut diperoleh PwC dengan bantuan survei global tahunan ke-25. Penelitian ini dilakukan dari bulan Oktober hingga November 2021. Secara keseluruhan, sebanyak 4.446 CEO dari 89 negara disurvei.

Mayoritas menunjukkan optimisme tentang ketahanan ekonomi yang berkelanjutan. Selain itu, mereka memberikan pandangan paling optimis dalam 10 tahun terakhir. Akan tetapi, 15% responden memperkirakan penurunan kondisi ekonomi yang nyata tahun ini.

“Setelah satu tahun tragedi kemanusiaan dan kesulitan ekonomi yang luas, sangat menyenangkan untuk melihat bahwa orang-orang yang bertanggung jawab untuk membuat keputusan investasi dan memperkerjakan staf merasa sangat optimis terhadap tahun depan. Para CEO memiliki keyakinan bahwa pertumbuhan akan kembali, didorong oleh perkembangan vaksin yang pesar dan peluncurannya di banyak belahan dunia,” kata Bob Moritz, Ketua Jaringan PwC. Para CEO akhirnya telah belajar menghadapi ketidakpastian, tambahnya.

Namun demikian, PwC mengakui bahwa prospek pemulihan beberapa negara dan wilayah sangat berbeda. Cohtohnya, India telah memperpanjang keunggulannya sebagai pasar nomor satu yang CEO-nya (94%) menantikan pertumbuhan yang cepat sepanjang tahun. Sebagai perbandingan, tahun lalu, indikator ini adalah 88%. Sementara itu, persentase CEO di Jepang menyatakan optimisme sebesar 83%, sementara tahun lalu, sebesar 67%. Di Inggris, responden positif sebesar 82% sedangkan sebelumnya yaitu 77%.

CEO di Italia dan Prancis juga optimis dengan kondisi pasar di masa depan. Analis percaya bahwa hal tersebut terkait dengan laju pemulihan ekonomi yang lebih cepat di negara-negara ini yang melebihi harapan. Indikator di Italia mencapai angka 89%, mencatat peningkatan 18% dari tahun lalu. Di Prancis, angkanya meningkat 25% menjadi 85%.

Di Amerika Serikat, kepercayaan bisnis untuk tahun 2022 menurun sebesar 18%. Hanya 70% CEO yang bertaruh pada pemulihan ekonomi. Rupanya, prospek ekonomi di negara ini suram karena meningkatnya inflasi dan gangguan rantai pasokan. Untuk alasan yang sama, Brazil juga melaporkan penurunan optimisme sebesar 7% menjadi 77%. Di China, angkanya turun 9% menjadi 62%, dan di Jerma, angkanya mencapai 76%, menyusul penurunan 4%.