Cina Membeli Tambang Tembaga di Peru Senilai $5,8 Miliar

Glencore Xstrata, salah satu perusahaan sumber daya alam terbesar dunia menjual tambang tembaganya di Peru ke sebuah kelompok perusahaan milik negara Cina senilai $5,8 miliar, The Wall Street Journal mengatakan. Kelompok perusahaan Cina ini dipimpin oleh perusahaan tambang MMG yang dikendalikan oleh China Minmetals.

Penjualan ini diharapkan selesai di musim gugur, ketika transaksi disetujui oleh para pemegang saham MMG dan Kementerian Perdagangan Cina. Penjualan proyek tembaga La Bamba adalah persyaratan akhir yang ditetapkan pemerintah Cina untuk pengambilalihan Xstrata oleh Glencore di tahun lalu. Selain itu, berdasarkan kesepakatan bersama harga ditentukan oleh Kementerian Perdagangan.

Menurut para analis, biayanya tidaklah begitu besar. Meski begitu, proyek ini bertujuan untuk menghasilkan keuntungan bagi Cina. Tambang tembaga tersebut diharapkan menghasilkan 460.000 ton dalam setahun. Pembelian ini telah menjadi pembelian aset tambang asing terbesar bagi perusahaan Cina sejak 2008, ketika Aluminum Corp. Chinalco membeli 12% saham di perusahaan Anglo-Australian Rio Tinto senilai $14 miliar.

Cina berencana untuk mendorong pertumbuhan ekonominya yang pesat dengan bahan mentah. Republik Rakyat Cina adalah konsumen bahan mentah terbesar di dunia. Negara ini mengonsumsi 40% total produksi tembaga global.