Kerja Sama Australia dan Jepang

Hubungan ekonomi internasional sangat bergantung pada situasi politik global. Kini, banyak negara yang meninjau proposal kemitraan mereka ditengah-tengah situasi politik dan keuangan dunia yang tidak stabil. Baru-baru ini, Australia dan Jepang telah mengumumkan perjanjian perdagangan bebas setelah tujuh tahun negosiasi.

Australia akan memotong pajak mobil, barang elektronik dan perlengkapan rumah tangga Jepang. Jepang dalam gilirannya akan menurunkan tarif daging sapi Australia dan meningkatkan kuotabebas pajak keju. Kesepakatan perdagangan ini dinilai sebagai kesepakatan yang bersejarah. "Ini adalah pertama kalinya Jepang menegosiasikan perjanjian kemitraan ekonomi menyeluruh atau perjanjian perdagangan bebas dengan satu ekonomi besar, khususnya ekonomi besar dengan sektor pertanian yang kuat," Perdana Menteri Australia Tony Abbott menyatakan.

Perjanjian akan disiapkan di akhir tahun dan ditandatangani saat kunjungan resmi Shinzo Abe ke Australia. Selain itu, dokumen tersebut dapat mendorong proses negosiasi Trans-Pacific Partnership, perjanjian perdagangan lainnya yang bertujuan untuk mengumpulkan 12 negara termasuk Amerika Serikat, Jepang dan Australia. Penting untuk dicatat bahwa debat negosiasi tersebut mencapai kebuntuan setelah Tokyo dan Washington berselisih. Kini, ketika Australia melonggarkan kebijakan, pemerintah AS kemungkinan akan melakukan kompromi dengan lebih aktif. Jepang yang dinilai sebagai ekonomi terbesar ketiga dunia dengan PDB mencapai $16 triliun, akan menjadi mitra dagang terbesar kedua Australia setelah Cina