BP Mempertahankan Investasinya Di Rusia Meski Ada Sanksi Dari Barat

Reuters melaporkan bahwa sanksi-sanksi Barat akan tindakan Rusia di Ukraina tidak mempengaruhi bisnis BP di Rusia, CEO Bob Dudley mengatakan di Moskow. Ia menegaskan bahwa perusahaan minyak asal Inggris tersebut yang memiliki 19,75% saham di perusahaan produsen minyak utama Rusia Rosneft tidak akan menyerahkan investasinya di Rusia.

"Investasi kami di Rosneft sangatlah kuat dan kami akan mempertahankannya. Bagi kami bisnis berjalan seperti biasa," ia mengatakan kepada reporter.

Dudley berbicara pada rapat pemegang saham pekan lalu. Banyak yang mempertanyakan mengenai pandangannya terhadap investasi di Rosneft terkait kebuntuan politik antara Rusia dan negara-negara Barat setelah konflik di Ukraina dan referendum Crimea. Ketegangan geopolitik mendorong AS dan UE menjatuhkan sanksi kepada beberapa pejabat tinggi Rusia, pengusaha dan juga perusahaan, khususnya Bank Rossiya. Saham BP di Rosneft mencapai hampir sepertiga total produksi minyak perusahaan Inggris tersebut. Saham ini diambil alih sebagai hasil dari pembelian saham TNK-BP oleh Rosneft. Dengan menjadi mitra joint venture TNK-BP di Rusia, BP memilik 20% saham dengan AAR Holding yang diwakili oleh milyarder Rusia Mikail Fridman, Viktor Vekselberg, dan Leonid Blavatnik.

Saham TNK-BP yang dimiliki BP ditukar dengan sekuritas Rosneft. Transaksi ini berharga $55 miliar.