Perusahaan energi Perancis Total akan menghabiskan $16 miliar untuk membangun proyek perairan dalam Kaombo di pantai lepas Angola, The Financial Times melaporkan. Perusahaan telah berulang kali menunda keputusan ini karena biayanya yang besar.
Kaombo adalah salah satu proyek perusahaan yang pengembanganna telah ditunda beberapa tahun terakhir karena para pemegang saham ingin mengurangi pengeluaran modal. Juli lalu, Total menyampaikan kepada para pemegang sahamnya bahwa total investasi perusahaan akan mencapai puncaknya di 2013 dan akan mulai menurun di 2014. Di awal tahun ini, Total menaikkan dividen dari 0,59 euro per saham menjadi 0,61 euro, meski pendapatan per triwulan diturunkan. Pada hari Senin, perusahaan tersebut telah memutuskan untuk melanjutkan proyek minyak Kaombo setelah menurunkan biaya proyek dari $20 miliar menjadi $16 miliar. Ladang minyak di Angola tersebut diperkirakan akan menghasilkan minyak 230.000 barel per hari. Produksinya akan dimulai di 2017. Total adalah operator minyak terkemuka di Angola dan produsen terbesar kedua di Afrika. Perusahaan tersebut memproduksi 600.000 bpd yang sebagian besar berasal dari ladang minyak perairan dalam Girassol, Dalia, dan Pazflor, yang mencapai lebih dari sepertiga produksi negara. Yves-Louis Darricarrere, salah seorang presiden Total mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa setelah proyek Kaombo dimulai, Angola akan menjadi bagian inti dari portofolio perusahaan. Total dan badan usaha milik negara Angola Sonangol masing-masing memiliki 30% saham di proyek ini, sementara usaha bersama Angola-Cina Sonangol Sinopec International memiliki saham 20%, Esso Unit dari Exxon Mobil sebesar 15% dan Galp Portugal sebesar 5%.
Margin penyulingan yang rendah di Eropa dan ditundanya pengembangan deposit-deposit minyak kunci seperti Kashagan di Kazakhstan menyebabkan penerimaan Total menurun 19% di 2013. Kapasitas produksinya mencapai 2,3 juta bpd..
Ditengah-tengah tingginya biaya produksi dan harga minyak yang stagnan, para investor menyerukan untuk memperkecil biaya proyek-proyek yang mahal agar dapat membayarkan dividen dan membeli sekuritas.
Banyak perusahaan minyak mengikuti rekomendasi ini. BP mengatakan tahun lalu bahwa perusahaan tersebut akan menghabiskan sebagian besar profitnya untuk membeli saham. Perusahaan minyal asal Italia, Eni, juga mengumumkan program pembelian saham.
Di Januari 2014, Total mengatakan bahwa perusahaan tersebut akan menjadi perusahaan minyak pertama yang akan berinvestasi dalam eksplorasi shale-gas di Inggris. Jumlah investasi awal mencapai $50 juta.