Visa Inc, perusahaan kartu debit dan kredit terbesar di dunia, mengatakan sanksi A.S pada Russia mempersulit volume transaksi kartunya dan pertumbuhan omset akan melambat di triwulan ini.
"Kami berada antara politik Amerika Serikat dan politik Russia," Kepala Staff Resmi Finansial Byron Pollitt mengatakan dalam konferensi setelah pemasukkan. Ia mengatakan bahwa untuk pertama kalinya di lebih dari empat tahun pertumbuhan omset per triwulan Visa berada di bawah 10%.
Sebelumnya Vladimir Putin mengatakan bahwa Visa dan MasterCard, yang terhitung 90 persen untuk pasar Russia, mengurangi kepercayaan konsumen Russia, oleh karena itu tentu akan mengalami penurunan saham pasar. Presiden Russia tersebut kembali menekankan bahwa Russia membutuhkan sistem pembayarannya sendiri.
Visa dan MasterCard berhenti memproses kartu untuk Bank Rossiya dan memblokir kartu Bank SMP. Namun, setelah itu akses bank SMP ke jaringan perusahaan kembali dilanjutkan.
Pemerintah A.S menjatuhkan sanksi terhadap beberapa staff resmi Russia dan pebisnis Russia setelah presiden Vladimir Putin menandatangani undang-undang perjanjian secara formal yang membuat Crimea menjadi bagian dari Federasi Russia. Khususnya, daftar meliputi Rotenberg Brothers dan satu-satunya kesatuan legal Bank Rossiya, yang dikendalikan oleh Yury Kovalchuk, yang juga berada dalam daftar sanksi.