Pemerintah Turki mengumumkan rencananya untuk memperbesar pembelian gas Russia melalui saluran pipa Blue Stream. Menteri energi Turki Yildiz mengatakan hari Senin dari Ankara, "Kami setuju dengan Russia mengenai peningkatan kapasitas saluran pipa gas Blue Stream sebanyak 3 milyar meter kubik menjadi 19 milyar meter kubik per tahun." Perusahaan energi Russia Gazprom menganggap Turki sebagai importir energi terbesar kedua. Taner Yildiz menekankan bahwa pihak Turki dan Russia telah mencapai persetujuan mengenai peningkatan Blue Stream sebanyak 18%. Oleh karena itu, Gazprom harus meningkatkan infrastruktur kelautan untuk jalus gas di pantai Black Sea. Saat ini, kedua belah pihak membicarakan kontrak baru untuk pengiriman gas Russia ke sektor swasta dengan harga yang masuk akal. Selain itu, revisi kontrak gas dengan Turki adalah kesepakatan yang sudah lama ditunggu, namun bukanlah respon pada sanksi ekonomi barat. Di bulan April 2013, menteri energi Turki meminta Russia untuk memperkuat kapasitas saluran yang menyampaikan gas Russia ke Turki bersamaan dengan dasar Black Sea. Jadi, Turki bertujuan untuk mengamankan ekonomi nasional terhadap kemungkinan tertahannya pengiriman melalui saluran pip yang bekejera melalui Ukraina. Turki menarik sekitar 12,5% gas dari sumber tersebut. Sementara itu, Russia mencari pasar penjualan alternatif. Dengan demikian, di tengah kekhawatiran sanksi ekonomi lebih lanjut, permintaan yang meningkat untuk gas di Turki dapat menutup beberapa kerugian. Menteri Energi Turki Taney Yildiz menekankan revisi harga mengingat naiknya pasokkan gas yang meningkat. Selain itu, Turki siap memberi izin Russia untuk melacak arus Selatan jaluran pipa di wilayahnya. Untuk acuan, produksi rancangan saluran pipa Blue Stream yang dibentuk lebih dari sepuluh tahun lalu menghasilkan 16 juta meter kubik gas per tahun. Namun, volume tahunan aktual pasokkan gas tidak selalu setara dengan kapasitas saluran pipa. Jadi di tahun 2012, Turki menerima 14,7 juta meter kubik, di tahun 2013 - hanya 13,7 milyar. Volume sisanya hilang saat melewati Ukraina.