Perekonomian dunia dapat runtuh jika harga minyak naik di atas $130

Direktur Jenderal Srbijagas Dusan Bajatovic mengatakan jika harga minyak naik menjadi $130 per barel, ekonomi global mungkin runtuh. Bajatovic mencatat bahwa lonjakan inflasi akan merugikan ekonomi Serbia dan Eropa. Selain itu, harga minyak yang naik di atas $130 per barel kemungkinan akan melumpuhkan ekonomi global. Akan tetapi, direktur Srbijagas menggarisbawahi bahwa biaya gas untuk Serbia tidak akan berubah hingga 31 Mei 2022. Namun demikian, harga gas alam dapat naik mulai 1 Juni 2022. “Kami sudah dalam pembicaraan dengan Gazprom. Harganya setidaknya akan 30% lebih rendah dari harga pasar asli,” kata Bajatovic. Pada bulan November 2021, Rusia menetapkan harga gas alam yang diekspor ke Serbia sebesar $270 per 1.000 meter kubik. Harga ini ditetapkan selama enam bulan. Negara ini akan diberikan kondisi kontrak jangka panjang. Presiden Serbia, Aleksandar Vucic, menggambarkan langkah ini sebagai “luar biasa”. Sebelumnya, Vucic mengumumkan bahwa Serbia telah menghemat $1 miliar dari kontrak tersebut. Menurut analis, ekonomi dunia dapat anjlok jauh jika krisis di industri gas terus berlanjut. Selain itu, harga gas saat ini meroket di pasar energi global. Penggunaan gas menjadi beban ekonomi dan dunia akan menghadapi krisis yang serius.