UE ingin menghentikan ketergantungan energi pada Rusia

Mengutip Josep Borrell, kepala urusan luar negeri UE, negara-negara UE tidak dapat segera merdeka dari impor gas Rusia. Namun, otoritas Uni Eropa harus bersiap untuk meninggalkan perusahaan energi Rusia.

Para pemimpin Uni Eropa telah mengakui bahwa kebijakan energi bersama harus direvisi untuk mengekang ketergantungan pada gas alam cair Rusia. Kepala diplomasi Eropa meyakini bahwa pihak berwenang harus menggunakan semua opsi yang tersedia.

Menurut estimasi Josep Borrell, pasokan gas Rusia menyumbang 40% dari total impor gas ke zona Euro. Maka, pembeli Eropa tidak dapat meninggalkan pemasok Rusia secara tiba-tiba. Sementara itu, para pemimpin Uni Eropa harus melakukan upaya tegas untuk menghentikan konsumsi gas Rusia.

Pada 3 Maret, Badan Energi Internasional (IEA) mengusulkan sepuluh langkah untuk menaklukkan dominasi pemasok gas Rusia di Eropa. IEA menyarankan pembeli Uni Eropa untuk menolak kontrak baru dengan Rusia, demi menggantikan gas Rusia dengan energi dari sumber alternatif, untuk meningkatkan tingkat produksi listrik melalui energi nuklir dan bio yang merupakan alternatif yang bagus untuk gas alam cair. Masalah energi yang dapat diperbarui dapat diselesaikan dengan membangun pembangkit listrik tenaga angin dan surya.

Selain itu, rencana IEA mencakup peningkatan efisiensi energi industri, diversifikasi dan dekarbonisasi sistem energi, dan tindakan windfall tax jangka pendek. Ini adalah pilihan yang efisien untuk melindungi konsumen energi dari harga yang melambung, lembaga tersebut menegaskan.

Para ahli di IEA percaya bahwa tindakan tersebut akan memotong impor gas UE sebesar 50 miliar m3 per tahun. Lembaga tersebut memperkirakan bahwa UE mengimpor 155 miliar m3 gas alam cair dari Rusia tahun lalu, yang mewakili 45% dari impor gas UE dan 40% dari konsumsi global.