Menteri Energi AS meminta perusahaan minyak dan gas untuk menaikkan produksi

Amerika Serikat selalu berhati-hati dengan penggunaan sumber daya alam. Sebagai contoh, larangan ekspor minyak selama 40 tahun baru dicabut pada 2015. Namun, dalam situasi saat ini, pemerintah negara itu mengambil keputusan-keputusan penting. Gedung Putih meminta produsen minyak lokal untuk segera meningkatkan persediaan.

Permintaan tersebut dibuat oleh pemerintah karena boikot minyak Rusia. Bagaimanapun, ketiadaannya akan diganti dengan persediaan lain. Namun, mengingat Rusia adalah pemasok terbesar minyak, akan sulit untuk mengganti ketiadaannya di pasar. Itulah mengapa warga Amerika bersedia menggenjot produksi. Menteri Energi AS Jennifer Granholm secara pribadi meminta kepada produsen minyak dalam negeri. Ia meminta pimpinan perusahaan-perusahaan minyak untuk meningkatkan pasokan segera demi menstabilkan pasar setelah keputusan untuk melarang impor minyak Rusia. "Kami berada dalam keadaan darurat, dan kami harus bertanggung jawab untuk meningkatkan persediaan jangka pendek dimana kita dapat menstabilkan pasar sekarang juga dan meminimalisir kerusakan pada keluarga Amerika," ujarnya.

Khususnya, bukan hanya perusahaan-perusahaan dalam negeri yang menawarkan jasa mereka. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken telah mengkonfirmasi bahwa Uni Emirat Arab siap untuk meningkatkan produksi minyaknya demi menghindari dampak dari penolakan terhadap minyak mentah Rusia. Ia menambahkan bahwa negara itu belum lama ini telah membuat pengumuman tersebut karena situasi di Ukraina.