AS menolak menggantikan minyak Rusia dengan Iran

Departemen Luar Negeri AS meyakinkan masyarakat dunia bahwa negara itu tidak akan mengganti pasokan minyak Rusia dengan ekspor dari Iran.

Sebelumnya, Gedung Putih mengusulkan untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran terkait Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), yang umum dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran. Hasilnya, sebagian pakar mengambil kesimpulan bahwa langkah ini akan menjadi upaya lain untuk menemukan alternatif minyak Rusia. Dalam merespon spekulasi ini, juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price menekankan bahwa pembicaraan mengenai dipulihkannya kesepakatan nuklir Iran 2015 tidak berhubungan dengan larangan terbaru impor produk energi Rusia. "Ada atau tidak adanya JCPOA, posisi kami pada larangan minyak Iran tidak akan berubah. Kami tidak akan menggantikan minyak Rusia dengan minyak Iran. Itu tidak akan dipertimbangkan," tegas Price.

Menurut laporan sebelumnya, Barat menduga bahwa kesepakatan nuklir dengan Iran dapat dirampungkan tanpa partisipasi Rusia. Ini berasal dari rangkaian tuntutan keamanan yang diminta Moskow dari Washington. Kremlin butuh jaminan tertulis bahwa sanksi anti-Rusia tidak akan mempengaruhi kerja sama teknik perdagangan, investasi dan militernya dengan Iran. Sama seperti Amerika Serikat, negara itu adalah salah satu pihak yang terlibat dalam JCPOA. Dengan demikian, Rusia memiliki kepentingan untuk menjamin bahwa Teheran tidak berkesempatan untuk memperoleh senjata nuklir.