Credit Suisse memprediksi lahirnya tatanan dunia moneter baru

Analis di Credit Suisse percaya bahwa hegemoni dolar AS kemungkinan akan segera berakhir. Greenback diperkirakan akan digantikan oleh penyelesaian internasional dalam mata uang komoditas.

"Kita menyaksikan kelahiran dari Bretton Woods III – sebuah tatanan baru dunia (moneter) yang terpusat di seputar mata uang berbasis komunitas di Timur yang kemungkinan akan melemahkan sistem Eurodollar dan juga berkontribusi terhadap dorongan inflasi di Barat," Zoltan Pozsar, Ketua Credit Suisse Global dari Short-Term Interest Rate Strategy berbasis di New York, mengatakan.

Untuk mata uang regional, situasi ini juga cukup membuat penasaran. Credit Suisse menarik perhatian terhadap krisis ekonomi jangka panjang yang dipicu oleh kelangkaan buatan dari barang. Oleh karena itu, mata uang regional yang dilindungi oleh barang komoditas memulai melengserkan para pemimpin seperti dolar AS dan euro.

Dengan menganalisa situasi ekonomi di Rusia dan negara lain, para ahli menarik paralel dengan obligasi hipotek. "Komoditas Rusia hari ini seperti CDO subprime di tahun 2008. Sebaliknya, komoditas non-Rusia seperti sekuritas Bendahara AS di 2008. Salah satu harganya turun, dan yang lainnya naik, dengan margin call pada keduanya tanpa mempedulikan sisi mana anda berada. "Basis komoditas" naik. Setelah krisis berakhir, dolar AS kemungkinan besar akan melemah, sementara itu yuan akan mengambil alih yang di dukung komoditas.

Credit Suisse mempertimbangkan krisis saat ini akan menjadi jembatan dari versi pertama hingga ketiga dari sistem Bretton Woods. "Dari era Bretton Woods di dukung oleh bullion emas, menjadi Bretton Woods II di dukung oleh inside money (Treasuries dengan risiko penyitaan yang tidak dapat dilindung nilai), menjadi Bretton Woods III dilindungi oleh outside money (bullion emas dan komoditas lain)" Zoltan menunjukkan.