Pidato utama presiden Rusia Vladimir Putin memperkuat kurs ruble. Ketika para pemimpin dunia mengkhawatirkan langkah Moskow selanjutnya, ruble Rusia menghapus penurunannya melawan dolar AS dan euro. Sell-off saham-saham lokal diperkirakan akan menjadi reaksi pasar terhadap situasi ini. Namun, tidak ada yang mengharapkan situasi di pasar mata uang akan berbalik. Pidato Vladimir Putin yang mengungkapkan niatnya menegosiasikan situasi di Ukraina dengan para pejabat OSCE memberikan momentum kepada ruble dan membawanya ke level tertinggi satu bulan melawan greenback. "Pasar bergerak bull setelah Putin mengadakan pertemuan dengan OSCE, para trader menutup beberapa posisi beli mata uang, jumlahnya pun masih besar. Para investor menganggap hasil pertemuan tersebut sebagai sinyal bahwa konflik di Ukraina tidak akan memanas," seorang dealer pada bank besar dari negara barat berkomentar. Menurut data pasar, dolar berharga 35,05 ruble, turun 35 kopeck dari penutupan sebelumnya. Kini, dolar berada di level terendahnya dari 4 April. Mata uang bersama Eropa turun 60 kopeck ke 48,75 ruble per euro. "Dolar kemungkinan turun ke 35 ruble namun tidak hari ini atau esok hari karena pada hari Kamis para investor kemungkinan akan menghindari resiko menjelang libur panjang di Rusia," dealer tersebut menambahkan. Ia juga mencatat konferensi berita mendatang pimpinan ECB Mario Draghi pada hari Kamis sebagai faktor penting lainnya yang dapat mempengaruhi pergerakan mata uang.