Penghentian tiba-tiba impor gas Rusia dapat memicu darurat militer dalam sektor energi Jerman

Para pakar ekonomi yakin jika ekonomi terbesar Eropa tengah bersiap menghadapi langkah balasan yang mungkin diumumkan Rusia dalam merespon sanksi-sanksi yang diterbitkan oleh negara-negara Barat. Penghentian tiba-tiba pasokan gas alam dari Rusia dapat memicu semacam darurat militer dalam sektor energi Jerman.

Setelah mempelajari keadaan dalam industri energi Jerman, analis Bloomberg Vanessa Dezem dan William Wilkes menyimpulkan bahwa negara itu akan dapat bertahan dari pemutusan aliran gas Rusia, tapi pemerintahnya dapat terpaksa memperkenalkan darurat militer dalam sektor tersebut. Pada umumnya, potensi penutupan gas alam Rusia akan berdampak buruk pada industri energi Jerman. Artikel tersebut mengatakan bahwa ini dapat "mempengaruhi 80 juta warga dan bisnis mulai dari toko roti hingga produsen kimia." Hasilnya, otoritas Jerman akan dipaksa untuk memperkenalkan regulasi negara demi menjamin penggunaan optimal cadangan gas yang ada.

"Para ekonom memprediksi kerusakan senilai 220 miliar euro, lebih dari cukup untuk mengirimkan negara itu ke dalam resesi," Dezem dan Wilkes memperingatkan. Menurut kedua analis itu, kemungkinan pemutusan tiba-tiba aliran gas Rusia muncul setelah Moskow membatasi pasokan gas alam ke Jerman.

Sebelumnya diketahui bahwa Rusia telah menjatuhkan sanksi pada beberapa bagian Gazprom Germania, sebelumnya adalah cabang produsen gas Rusia Gazprom di Jerman. Sebagai tambahan, EuRoPol GAZ SA, pemilik saluran pipa gas Yamal-Europe di Polandia, grup trading Wingas/WIEH/WIEE, yang memiliki paket besar kontrak-kontrak jangka panjang untuk pasokan gas Rusia, serta depot gas alam Astora, penyimpanan gas alam terbesar di Eropa Barat, dikenakan langkah-langkah pembatasan. Total, daftar sanksi Rusia mencakup 31 perusahaan.