Rusia dan Cina sepakat untuk membangun jembatan penyeberangan lintas wilayah kereta api pertama melewati Sungai Amur tahun 2016. Jembatan tersebut akan mempersingkat jarak transportasi antara dua negara sebanyak 700 kilometer. Keputusan ini diumumkan oleh Kirill Dmitriev, Pimpinan dari Russian Direct Investment Fund.
Memorandum investasi pada konstruksi jembatan ditandatangani berdasarkan hasil negosiasi antara presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Cina Xi Jinping.
Kapasitas jembatan akan memuat 21 juta ton pertahun.
Menurut Dmitriev, jembatan kereta api akan menciptakan koridor ekspor antara Rusia dan Cina. Selain itu, akan mempemudah transportasi pengiriman barang dari berbagai bidang baru yang dikembangkan di Bagian Timur Rusia, Siberia dan Far East. Sebelum pertemuannya dengan Jinping, Putin memberitahukan kepada wartawan bahwa Cina merupakan mitra dagang terbesar Rusia dengan volume trading mencapai $90 miliar di tahun 2013. Dua negara ini bertujuan untuk meningkatkan volume trading menjadi sebesar $200 miliar di tahun 2020.