Menurut pendiri Amazon Jeff Bezos, inflasi AS adalah «sebuah masalah yang terlalu penting» namun diremehkan oleh kepemerintahan Presiden Joe Biden. Joe Bezos percaya bahwa pimpinan negara saat ini tidak memahami undang-undang pasar dengan baik. Alasan untuk pernyataan ini adalah Joe Biden mengimbau para pemilik SPBU untuk menurunkan harga bahan bakar.
Menurut sang pendiri Amazon, permintaan pemimpin Amerika untuk pengurangan harga bahan bakar, ditujukan kepada pemilih SPBU, menujukkan sebuah «kesalahpahaman tentang dinamika pasar yang mendasarinya». Jeff Bezos menganggap inflasi di AS akan menjadi masalah yang terlalu penting untuk diabaikan.
Sebelumnya, sang pengusaha ini mengutip sebuah pesan dari akun Joe Biden dimana pemimpin Amerika ini meminta pemilik SPBU: «Turunkan harga pada SPBU yang anda kelola untuk menunjukkan harga yang anda bayar untuk produk ini». Pernyataan dari sang pimpinan muncul di Twitter setelah kenaikan tajam harga bahan bakar. Ingat kembali bahwa pada pertengahan Juni, harga 1 galon (3,78 liter) bahan bakar di Amerika Serikat untuk pertama kalinya melebihi $5.
Menurut American Automobile Association, harga bahan bakar kemudian sedikit turun (menjadi $4,8). Pada saat yang sama, Presiden Amerika Serikat meminta kenaikan harga bahan bakar «pajak Putin». Ia menganggap bahwa dinamika harga ini «berdasarkan produk» dari konflik Russia - Ukraina.
Dalam tanggapannya, Presiden Russia Vladimir Putin mengatakan bahwa kenaikan harga bahan bakar di Amerika Serikat karena «kesalahan sistem dalam kebijakan ekonomi negara dan langkah birokrasi Eropa».
Penting untuk diingat kembali bahwa di awal tahun ini, tingkat inflasi di AS naik menjadi 7,5%, naik ke ketinggian 40 tahun. Pada Maret 2022, laju kenaikan harga di Amerika kembali mencapai rekor, naik ke 8,5%. Pada Maret 2022, laju pertumbuhan di Amerika kembali mencapai rekor, naik ke 8,5%. Namun, pada bulan April, pertumbuhan harga konsumen pada skala tahunan turun ke 8,3%, sementara itu inflasi inti (harga barang dan jasa diluar makanan dan energi) berjumlah hingga 6,2%.