Venezuela Mempertahankan Harga Bensin Terendah Di Dunia

Pemerintah Venezueal memutuskan untuk menunda kenaikan harga bahan bakar, dan dengan begitu mempertahankan harga bbm terendah di dunia. Meski berada dalam situasi ekonomi yang sangat sulit, pemerintah negara Amerika Latin ini memutuskan untuk mengumumkan isu ini, Itar-Tass mengatakan dengan mengutip perwakilan partai United Socialist Party, Ramon Lobo.

Satu liter bensin dengan octance tinggi seharga 9 centimes, sementara pengisian penuh tanki bensin di Venezuela berharga 4,5 bolivar. Nilai tukar resmi untuk dolar AS adalah 6,3 bolivar. Dengan begitu, warga Venezuela hanya membayar 75 sen AS untuk 50 lites bensin. Sementara itu, biaya produksi bensin ber-octane tinggi 28 kali lebih tinggi dari harga produksinya. Namun, harga penjualan belum berubah selama 17 tahun.

Bersama dengan itu, Presiden Venezuela Nicolas Maduro tidak dapat mengatasi krisis ekonomi yang berkelanjutan. Utang publik mencapai 70% PDB, sementara defisit anggaran sebesar 13%. Venezuela juga mengalami hyperinflasi yang membuat pemerintah terpaksa menurunkan nilai mata uang nasionalnya sebanyak lima kali. Namun, devaluasi tidak dapat mencegah harga konsumen naik. Hal ini menghasilkan kenaikan harga konsumen sebesar 54% di tahun lalu.

Mulai Februari 2014 unjuk rasa anti pemerintah digelar di Caracas. Selama periode itu, lusinan warga menjadi korban perselisihan antara demonstran dan aparat penegak hukum serta pendukung Maduro. Unjuk rasa massa pecah di seluruh Venezuela setelah penindasan brutal terhadap unjuk rasa damai yang digelar oleh mahasiswa venezuela. Para demonstran menyatakan ketidakpuasan terhadap krisis ekonomi di Venezuela, meningkatnya harga-harga dan kekurangan bahan-bahan kebutuhan pokok, dan juga menuntut perubahan kebijakan serta pembebasan peserta unjuk rasa yang ditahan.