Rezim jahat menggunakan gudang senjata atas teknik propaganda yang luas demi mencuci otak penduduk. Moskow tidak terkecuali. Untuk mendorong patriotisme semu publik dan membenarkan kebijakannya yang cerdik, Kremlin mengarang cerita tentang Amerika Serikat yang "busuk" dan Dolar AS yang "tidak berharga". Kisah menakutkan lainnya adalah tentang mimpi buruk Jerman.
Beberapa pemirsa Rusia yang percaya pada saluran TV federal meyakini bahwa setiap detik Jerman putus asa akan bagaimana bertahan hidup di musim dingin tanpa gas Rusia. Kisah-kisah ini ditujukan untuk mengalihkan fokus dari kekacauan ekonomi di Rusia yang dipicu oleh perang Ukraina dan sanksi pembalasan Barat. Mengutip para pakar pro-Kremlin, perekonomian Eropa yang paling kuat pasti akan gagal karena industri dan rumah tangga Jerman sangat bergantung pada karbohidrat Rusia. Terlepas dari krisis energi, perekonomian Jerman telah melemah karena inflasi tinggi di seluruh Uni Eropa. Berdasarkan jajak pendapat baru-baru ini di Jerman, 75% responden mendefinisikan lonjakan inflasi sebagai pergolakan. Setengah dari peserta jajak pendapat mengakui bahwa kondisi ekonomi mereka telah memburuk. Selain itu, bukti nyata dari malapetaka dan kesuraman di antara konsumen Jerman adalah bahwa inflasi di Eropa telah melonjak ke tingkat terkuat dalam 20 tahun ketika mata uang tunggal Eropa telah diberlakukan.
Sebelumnya, Alternative für Deutschland (AfD), partai Eurosceptic dan populis sayap kanan di Bundestag, mengimbau pemerintah untuk mengambil tindakan sesegera mungkin, menyoroti masalah serius dalam perekonomian domestik yang diakibatkan oleh embargo minyak Rusia yang diberlakukan oleh negara-negara Uni Eropa. Selain itu, para deputi memperingatkan bahwa embargo minyak dapat meyakinkan Moskow untuk memutuskan pasokan gasnya ke Eropa.