Mengenal sebuah masalah adalah langkah pertama untuk menemukan solusi. Prinsip dasar ini mengsiyaratkan bahwa tertundanya pembayaran utang untuk gas Rusia akan mengalami kemajuan. Pemerintah Ukraina telah mengakui utangnya ke Rusia untuk pengiriman gas alam. Selain itu, kedua belah pihak telah mencapai perjanjian pembayaran utang sebesar $2,2 miliar pada 1 April. Menurut Alexandr Novak, Menteri Energi Rusia, Kiev juga telah menyetujui volume pengiriman gas. Sementara itu, pembicaraan gas tiga arah yang difasilitasi oleh Komisi Eropa mencapai tahap dimana potongan harga untuk Ukraina mendapatkan tempat dalam agenda pembicaraan. Menteri Energi Rusia menyoroti bahwa harga dasar $485 per 1.000 meter kubik akan tetap berlaku, meski pihak Rusia siap membahas jangka waktu pembayaran. Hal ini berarti bahwa kontrak gas yang dibuat di 2009 akan tetap tidak direvisi. Pembicaraan panjang membuat pihak-pihak yang terlibat mencapai sebuah kompromi terkait pembayaran utang. Alexandr Novak mengomentari bahwa Naftogaz Ukraina harus membayar Gazprom sebesar $2 miliar hingga 30 Mei. $500 juta diharapkan akan dibayarkan hingga 7 Juni. Perjanjian ini akan menutup sebagian utang Ukraina. Namun, utang Ukraina terus naik sehubungan dengan pembicaraan yang berlangsung lama. Menurut estimasi sekilas Gazprom, utang Kiev kepada raksasa gas Rusia tersebut akan membengkak menjadi $5,2 miliar di awal Juni. Sebelumnya, Komisioner Energi Eropa Gunther Oettinger menyatakan utang gas Ukraina setara dengan $4 miliar. Yang menarikm Menteri Energi Ukraina Yuriy Prodan sebelumnya bersikeras bahwa ia menganggap utang tersebut tidaklah mutlak. Selain itu, ia sebelumnya mengklaim bahwa Kiev tidak mengakui utang dari April ke Mei sepenuhnya karena kenaikan harga yang tidak masuk akal.